Showing posts with label Analis Kimia ( TPLK ). Show all posts
Showing posts with label Analis Kimia ( TPLK ). Show all posts

Monday, April 24, 2017

Pengenceran Dan Pemekatan Pada Larutan (Contoh Kasus + Penjelasan) Part. 2 Pemekatan

Iy Setelah sebelumnya saya telah menjelaskan mengenai pengenceran,  maka selanjutnya saya akan menjelaskan mengenai pemekatan. 
Pemekatan merupakan suatu kegiatan untuk menjadikan suatu larutan konsentrasinya lebih tinggi dari larutan yang ada atau tersedia.  Untuk melakukan suatu pemekatan dibutuhkan larutan atau zat yang konsentrasinya lebih tinggi dibandingkan larutan yang ada sehingga kita dapat membuat larutan yang kita inginkan (dan konsentrasinya lebih tinggi dari biasanya).

Rumus umum pemekatan yang biasanya dipakai adalah..
Mol larutan awal + Mol larutan pekat = Mol akhir
(V1 x M1) + (V2 x M2) = V3 x M3
(V1 x M1) + (V2 x M2) = (V1 + V2) x M3

V1 adalah volume larutan sebelum pengenceran
M1 adalah konsentrasi larutan sebelum pengenceran
V2 adalah volume larutan pekat yg ditambahkan
M2 adalah konsentrasi larutan pekat yang ditambahkan
V3 adalah volume akhir sesudah pemekatan oleh karena itu V3 bisa diganti menjadi V1+V2 karena V3 merupakan volume akhir dimana larutan encer ditambah larutan pekat
M3 adalah konsentrasi akhir sesudah pemekatan

Contoh Kasus:
1. 500mL larutan HCl 1 Molar ingin dipekatkan menjadi HCl 2 Molar menggunakan HCl 4 Molar.  Berapa banyak HCl 4 M yang dibutuhkan? Dan berapa volume akhirnya?

Jawab :

(V1 x M1) + (V2 x M2) = V3 x M3
(V1 x M1) + (V2 x M2) = (V1 + V2) x M3
(500mL x 1M) + ( V2 x 4M) = (500mL + V2) x 2M
500mmol + 4M.V2 = 1000mmol + 2M.V2
-2M.V2 + 4M.V2 = 1000mmol - 500mmol
2M.V2 = 500mmol
V2 = 500mmol : 2M
V2 = 250 mL

Jadi HCl 4M yang ditambahkan adalah 250 mL

Dan jumlah larutan akhir adalah
V3 = V1 + V2
V3 = 500 mL + 250 mL
V3 = 750 mL

2. Berapa konsentrasi 1000mL larutan HCl 1 M setelah ditambah HCl 3M sebanyak 750 mL?

Jawab :

(V1 x M1) + (V2 x M2) = V3 x M3
(V1 x M1) + (V2 x M2) = (V1 + V2) x M3
(1000mL x 1M) + (750mL x 3M) = (1000mL + 750mL) x M3
1000mmol + 2250 mmol = 1750mL.M3
3250mmol = 1750mL.M3
M3 = 3250 mmol : 1750 mL
M3 = 1.8571 M

Jadi konsentrasi akhirnya adalah 1.8571 M

3. Berapa gram NaOH yang harus ditambahkan untuk membuat larutan NaOH 2M dari NaOH yang ada yaitu 0.5M sebanyak 1000mL

Jawab:

Nah karena ini kasusnya penambahna dengan zat padatmaka ada beberapa perhitungan yang berbeda

Pertama hitung mol NaOH yang dibutuhkan. Sebelumnya untuk diingatjika ditambahkan padatan maka volume akhirnya juga tetap sama dengan volume awal

(V1 x M1) + (V2 x M2) = V3 x M3
(V1 x M1) + Mol pekat = V3 x M3
(1000mL x 0.5M) + Mol pekat= 2M. 1000mL
500 mmol + mol pekat = 2000 mmol
Mol pekat = 2000mmol -  500mmol
Mol pekat =1500 mmol
Mol pekat = 1.5 mol

Kedua cari gram NaOH yang akan ditambahkan dengan perhitungan mol dasar

Gram NaOH = mol NaOH x Mr NaOH
Gram NaOH = 1.5mol x 40 gram/mol
Gram NaOH = 60 gram

Jadi NaOH yang harus ditambahkan adalah 60 gram.. 

Nah,  itu dia pembahasan mengenai pemekatan.  Mohon maaf ya bila ada kesalahan,  jika masih ada pertanyaan dan materi yang ingin dibahas silahkan buka artikel QnA dan isi dikolom komentar. 

Terimakasih telah berkunjung :)

Sunday, April 23, 2017

Darimana Ketetapan Angka 10 Pada Perhitungan Moralitas

Seringkali untuk menentukan moralitas dari suatu larutan yang pekat kita menggunakan rumus yang sudah terdapat ketetapannya yaitu 

M = (10 x BJ larutan x % larutan) : Mr larutan

Pernahkan kalian penasaran dari mana angka 10 yang ada pada persamaan diatas? Nah kalo yang penasaran,  berikut saya akan bantu untuk menjawab pertanyaan tersebut. 

Pertama - tama kita jabarkan mulai dari rumusnya hingga berakhir disatuannya
Tapi untuk lebih mudah kita tahan dulu ya angka 10 nya.. 

M = (10 x BJ larutan x % larutan) : Mr larutan

> (BJ larutan x % larutan) : Mr larutan
> BJ larutan x % larutan : Mr larutan
>  gram/mL x      1/100    :  gram/mol
> 1mol/100mL

Nah karena berakhir di
1 mol/100 mL
sedangkan untuk satuan moralitas adalah
Mol/1000mL
Dimana penyebutnya berarti harus 1000 mL.  Oleh karena itu kita harus mengkalikannya penyebutnya dengan angka 10 sehingga menjadi 1000mL.
Dan sesuai dengan aturan matematika dimana jika suatu penyebut dikalikan dengan bilangan asing (yang sebelumnya tidak ada) maka pembilang juga harus dikalikan dengan bilangan asing yang sama maka hasilnya

10 mol/1000mL 
Dimana satuan ini sudah menyatakan moralitas yaitu mol/1000mL atau mol/liter

Maka pada rumus tadi ditambah pengkalian dengan angka 10 menjadi 

M = (10 x BJ larutan x % larutan) : Mr larutan

Nah itu dia pembahasan mengenai ketetapan perhitungan moralitas,  untuk memperjelas saya melampirkan gambar diawal mengenai penjelasan mengapa rumus tersebut harus dikali 10..  Mohon maaf jika kurang jelas,  karena saya membuat postingan di hp bukan deskop wkwk..  Jadi mohon maklum yaaa... 

Jika ada lagi materi yang ingin dibahas mohon komentar di postigan admin mengenai QnA ..  Tinggal di klik link tersebut.. 
Terimakasih :) 

Wednesday, July 10, 2013

Macam - Macam APAR Beserta Kandungannya

Sumber gambar: http://www.animosafety.com/2012/12/refill-apar.html

APAR ( Alat Pemadam Api Ringan ) merupakan alat pemadam api portable ( bisa dibawa) dengan berat 0,5 sampai 14kg. Ada juga alat pemadam yang modelnya seperti APAR namun beratnya berkisar 23 kg lebih , sehingga alat ini tidak disebut APAR, namun disebut alat pemadam beroda, karena dalam menggunakannnya harus menggunakan roda.

APAR sendiri ada beberapa macam diantaranya :

1. Alat Pemadam Api Powder
    Biasanya digunakan untuk memadamkan jenis kebakaran type D

2. Alat Pemadam Api CO2
    Umumnya digunakan untuk memedamkan kebakaran type B dan type C . CO2 pada APAR berbentuk padat dan sangat dingin. Sehingga dapat memadamkan kebakaran.

3. Alat Pemadam Api Foam/Busa
    Berfungsi sebagai penghalang tercampurnya udara dengan uap bahan bakar dengan cara membentuk lapisan film hidrokarbon pada permukaan bahan bakar sehingga menekan timbulnya uap bahan bakar.

4. Alat Pemadam Api - AF11
   Efektif memadamkan kebakaran jenis A,B,C. Cocok digunakan pada perkantoran,hotel,indrustri.

5. Alat Pemadam Api Halotron
   Merupakan APAR yang bekerja secara otomatis. Dilengkapi dengan Bulb yang berisi raksa berwarna merah. Benda ini bekerja otomatis jika suhu ruangan mencapai berkisar 68 derajat C ( Bulb sprinkler pecah dan gas halotron menyemprot secara otomatis)

Penggunaan Alat Pemadam Api Tradisional Dan Macam - Macam Sistem Pemadaman

Selain menggunakan APAR, kita juga bisa menggunakan alat pemadam tradisional, alat pemadam tradisional biasanya digunakan jika tidak terdapat APAR, skala api kecil dll. Berikut saya akan memaparkan beberapa cara pemadaman tradisional:

1. Pasir
Kelebihan dari Pasir diantaranya 
- Sangat baik untuk kebakaran di lantai/tanah datar (posisinya)
- Dapat dipakai untuk membendung tumpahan minyak
- Dapat dipakai untuk pemadaman awal ( semua jenis kebakaran)
Cara Pemakaian:
Pasir/Tanah ditaburkan mulai dari tepi hingga seluruh permukaan yang terbakar tertutup rata.

2. Selimut Api/ Karung Goni
Kelebihan dari sarung api:
- Cocok untuk kebakaran kompor (kebakaran minyak) dan semua jenis kebakaran , kecuali kebakaran listrik
- Bahan Mudah didapat 
Cara Pemakaian:
Basahi karung goni dengan air kemudian tutup rata pada bagian yang terbakar, jika satu karung goni tidak cukup tambahlah lagi

Macam - Macam Sistem Pemadaman


1. Sistem Isolasi

 yaitu cara pemadaman dengan tidak memberikan oksigen pada benda yang terbakar

Caranya:
- Menutup dengan karung basah
- Menimbun dengan tanah/pasir/lumpur

2. Sistem Pendinginan
 yaitu cara pemadaman dengan menurunkan suhu pada benda yang terbakar
Caranya:
- Menyiram dengan air
- Menimbun dengan daun/batang pohon yang mengandung air

3. Sistem Urai
 adalah alternatif lain jika sistem isolasi dan pendinginan tidak dapat dilakukan yaitu dengan cara membagi - bagi benda yang terbakar menjadi bagian - bagian kecil sehingga api lebih mudah untuk dikendalikan. 

Semoga bermanfaat :D

Tuesday, July 9, 2013

Klasifikasi Bahan Kimia - Bahan Kimia Radioktif ( Radioactive) -

sumber gambar: http://hr-interanekalestarikimia.blogspot.com/2012/09/sharing-knowledge-petugas-k3-kimia.html

Klasifikasi Bahan Kimia dibagi menjadi 9 yaitu Toxic, Corrosive, Flammable, Explosive, Oxidation, Reaktif terhadap Asam, Reaktif terhadap Air, Gas Bertekanan, Radioktive. Sekarang saya akan menjelaskan tentang Bahan Kimia Radioktif.



 Radioctive


 Sumber gambar: http://www.google.com/imgres?um=1&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&hl=en&biw=1252&bih=622&tbm=isch&tbnid=s--hI4PwqyM7HM:&imgrefurl=http://yudhipri.wordpress.com/2011/03/15/dampak-radioaktif/&docid=Swjdz14evzN26M&imgurl=http://yudhipri.files.wordpress.com/2011/03/radio-active.jpg&w=400&h=400&ei=SCrcUdLqCcn3rQfIsYDoBw&zoom=1&ved=1t:3588,r:1,s:0,i:87&iact=rc&page=1&tbnh=176&tbnw=176&start=0&ndsp=12&tx=77&ty=36


                          Bahan Kimia Radioktive merupakan bahan kimia yang mempunyai kemampuan memancarkan sinar radioctive dengan aktivitas jenis lebih dari 0,002 microcurie/gram. Bahan kimia ini dapat menimbulkan efek somatik(bisa akut apabila terkena radioktive 200rad-5000rad yang menyebabkan sidroma) dan efek genetik.

Penyimpanan Bahan Kimia Radioktif:
- ditempatkan pada tempat khusus 
- tidak dicampr dengan bahan lain yang membahayakan

Pemakaian Bahan Radioktif:
- Memiliki instalasi fasilitas atom
- Tenaga terlatih
- Memiliki peralatan teknis yang dibutuhkan

Contoh bahan radioktif:
- Cadnium
- Uranium
- Polonium

Klasifikasi Bahan Kimia - Bahan Kimia Reaktif Terhadap Air -

sumber gambar: http://hr-interanekalestarikimia.blogspot.com/2012/09/sharing-knowledge-petugas-k3-kimia.html

Klasifikasi Bahan Kimia dibagi menjadi 9 yaitu Toxic, Corrosive, Flammable, Explosive, Oxidation, Reaktif terhadap Asam, Reaktif terhadap Air, Gas Bertekanan, Radioktive. Sekarang saya akan menjelaskan tentang Bahan Kimia Reaktif Terhadap Air.

Bahan Kimia Reaktif Terhadap Air


Pengertiannya yaitu merupakan bahan kimia yang reaktif terhadap air, uap panas / larutan air yang lambat laun mengeluarkan panas/ gas - gas yang mudah menyala maupun yang mudah terbakar.

Penyimpanan bahan ini:
- Tahan Air
- Berlokasi di tanah yang tinggi
- Terpisah dari penyimpanan yang lain
- Jangan menggunakan sprinkler otomatis di ruang simpan

Contoh bahan kimia yang reaktif terhadap air :
- Li
- Na
- CaO
- K
- Na2O2 

Klasifikasi Bahan Kimia - Gas Bertekanan -

sumber gambar: http://hr-interanekalestarikimia.blogspot.com/2012/09/sharing-knowledge-petugas-k3-kimia.html

Klasifikasi Bahan Kimia dibagi menjadi 9 yaitu Toxic, Corrosive, Flammable, Explosive, Oxidation, Reaktif terhadap Asam, Reaktif terhadap Air, Gas Bertekanan, Radioktive. Sekarang saya akan menjelaskan tentang Ga Bertekanan.

Gas Bertekanan

Gas bertekanan adalah gas yang disimpan dibawah tekanan, baik gas yang ditekan maupun gas cair / gas yang dilarutkan dalam pelarut dibawah tekanan.

Penyimpanan Gas Bertekanan:
- Diikat secara kuat pada penyangga
- Bebas dari sinar matahari langsung
- Jauh dari saluran pipa panah diruangan yang ada peredaran hawanya
- Gedung harus tahan api
- Memasang sprinkler

Contoh Bahan Kimia Gas Beretekanan:
- Aseletin
-  Amonia
- Etilen
- Oksida
- Klor
- Ni
- H 

Klasifikasi Bahan Kimia - Bahan Kimia Reaktif Terhadap Asam -

sumber gambar: http://hr-interanekalestarikimia.blogspot.com/2012/09/sharing-knowledge-petugas-k3-kimia.html

Klasifikasi Bahan Kimia dibagi menjadi 9 yaitu Toxic, Corrosive, Flammable, Explosive, Oxidation, Reaktif terhadap Asam, Reaktif terhadap Air, Gas Bertekanan, Radioktive. Sekarang saya akan menjelaskan tentang Bahan Kimia Reaktif Terhadap Asam.

Bahan Kimia Reaktif Terhadap Asam


Merupakan bahan kimia yang amat mudah bereaksi dengan asam, dengan mengeluarkan panas dan gas - gas yang beracun dan korosif ( bahan ini juga bereaksi dengan uap asam sehingga menghasilkan hidrogen dan gas - gas yang mudah menyala ) 

Penyimpanan Bahan ini: 
- Sejuk
- Berventilasi ( sehingga ada peredaran hawa )
- Jika gudang terbuat dari logam maka gudang harus di cat agar kebal dari uap asam / bahan asam

 Contoh Bahan ini:
- KMnO4
- KClO3 

Klasifikasi Bahan Kimia - Bahan Kimia Oksidator ( Oxidation ) -

sumber gambar: http://hr-interanekalestarikimia.blogspot.com/2012/09/sharing-knowledge-petugas-k3-kimia.html

Klasifikasi Bahan Kimia dibagi menjadi 9 yaitu Toxic, Corrosive, Flammable, Explosive, Oxidation, Reaktif terhadap Asam, Reaktif terhadap Air, Gas Bertekanan, Radioktive. Sekarang saya akan menjelaskan tentang bahan kimia Oksidator (Oxidation)

 Oxidation


  Sumber gambar: http://www.google.com/imgres?imgurl=http://wanibesak.files.wordpress.com/2010/08/oxidising-gif.jpg&imgrefurl=http://wanibesak.wordpress.com/2010/09/16/label-bahan-kimia/&h=249&w=250&sz=10&tbnid=mTzh-7yrn9VauM:&tbnh=92&tbnw=92&zoom=1&usg=__E0EeUVlvEphb3xzJHhVWVNsA9tM=&docid=0K_zgbCyicAbXM&sa=X&ei=VSDcUe-7MM7trQe7t4DAAw&ved=0CDMQ9QEwAg&dur=291




                          Bahan Kimia Oksidator adalah bahan kimia yang mungkin tidak mudah terbakar tapi dapat menimbulkan kebakaran ini dikarenakan sifat bahan kimia ini yang dapat menghasilkan oksigen ( yang merupakan salah satu syarat terjadinya api: oksigen, bahan bakar, panas) . Bahan ini dapat memberikan oksigen pada suatu reaksi meskipun tidak ada udara. Beberapa bahan oksidator memerlukan panas untuk menghasilkan oksigen, sedangkan pada bahan lainnya dapat menghasilkan oksigen apada suhu kamar. Alat - alat pemadam kebakaran biasanya kurang efektif dalam memadamkan kebakaran yang disebabkan bahan kimia ini , karena oksigen menyediakan oksigen sendiri

Penyimpanan Bahan Oksidator:
- Suhu dingin
- Terdapat Peredaran Hawa
- Gedung tahan api
- Dijauhkan dari bahan bakar, bahan yang mudah terbakar, bahan yang memilki titik nyala api yang rendah

Contoh bahan kimia oksidator:
- Permanganat
- Perklorat
- Hidrogen Peroxida
- Asetil Peroxida
- Periodat
- Persulfat
- Eter Oksida

Klasifikasi Bahan Kimia - Bahan Kimia Peledak ( Explosive ) -




Klasifikasi Bahan Kimia - Bahan Kimia Peledak( Explosive ) -

sumber gambar: http://hr-interanekalestarikimia.blogspot.com/2012/09/sharing-knowledge-petugas-k3-kimia.html

Klasifikasi Bahan Kimia dibagi menjadi 9 yaitu Toxic, Corrosive, Flammable, Explosive, Oxidation, Reaktif terhadap Asam, Reaktif terhadap Air, Gas Bertekanan, Radioktive. Sekarang saya akan menjelaskan tentang bahan kimia Peledak ( Explosive)

Explosive 



Sumber gambar: http://www.google.com/imgres?imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBkWyyws_OiZ3BW9J8arUN7oNeEXvHBOmbdMtph7GzAE1cqThtFXVXY2ictNAKmSOXpwcOlZ1AjG7UKRD4YK6NfJzW8pQtphKFVxwwKgrXDIlQ1YhNgaFWoT06VRACokf2Zbw0Hbi2UrBN/s200/explosives.png&imgrefurl=http://kanwar03oke.blogspot.com/2013/06/simbol.html&h=400&w=400&sz=57&tbnid=dw1MLztF1WnUDM:&tbnh=91&tbnw=91&zoom=1&usg=__JuSNd2KG8sTWgaj0M7fZWiue64o=&docid=IG-g0m2wUNO83M&sa=X&ei=-BzcUZ2SBYLZrQfs5YCoDQ&ved=0CDYQ9QEwAw&dur=429










                         Explosive merupakan suatu zat yang karena suatu reaksi kimia dapat menghasilkan gas dalam jumlah dan tekanan yang besar serta suhu yang tinggi, sehingga menimbulkan kerusakan disekelilingnya. Zat ini merupakan zat yang mata peka terhadap panas dan gesekan.


Penyimpanan Bahan Kimia Explosive:
- Berjarak min 60m dari sumber tenaga, terowongan, dll
- Ruang penyimpanan berupa bangunan kokoh dan tahan api
- Lantai terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan loncatan api
- Sirkulasi udara baik,
- Penerangan dari alam/lampu listrik yang dapat dibawa/bersumber dari luar penyimpanan
- Bangunan tidak boleh dekat dengan oli, bensin, sisa zat yang terbakar, api
- Bebas rumput kering, sampah/material yang mudah terbakar


Contoh Bahan Kimia Explosive:
- Natrium
- Kalium
- Magnesium
- Bahan Bakar Korek Api
- Nitrogliserin
- Amonium Nitrat
- Korbit
- TNT
- Nukler

Klasifikasi Bahan Kimia - Bahan Kimia Mudah Terbakar ( Flammable ) -

sumber gambar: http://hr-interanekalestarikimia.blogspot.com/2012/09/sharing-knowledge-petugas-k3-kimia.html

Klasifikasi Bahan Kimia dibagi menjadi 9 yaitu Toxic, Corrosive, Flammable, Explosive, Oxidation, Reaktif terhadap Asam, Reaktif terhadap Air, Gas Bertekanan, Radioktive. Sekarang saya akan menjelaskan tentang bahan kimia yang mudah terbakar( Flammable)

Flammable

Sumber gambar : http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.clker.com/cliparts/a/2/3/e/12065745041608451484yves_guillou_xtremely_flammable.svg.hi.png&imgrefurl=http://www.clker.com/clipart-xtremely-flammable-extremely.html&h=600&w=600&sz=19&tbnid=KFhBplKtxXD_IM:&tbnh=89&tbnw=89&zoom=1&usg=__GLlRr7ZSZxGe_DGo7JqtyU0Aipk=&docid=XPDnYLawiRiFOM&sa=X&ei=WxrcUb2lCcnprQfsqYCYDQ&ved=0CDgQ9QEwAw&dur=1160 



                     Pembakaran dapat terjadi jika ada oksigen dan bahan bakarnya. Flammable merupakan bahan kimia yang mudah bereaksi dengan dengan oksigen dan dapat menimbulkan kebakaran. Reaksi yang amat cepat dapat menimbulkan ledakan. 

Penyimpanan Bahan Kimia Flammable:

                    Bahan ini harus disimpan ditempat yang dingin, karena jika disimpan di tempat yang panas bisa menimbulkan kebakaran, Peredaran hawa nya harus cukup, terpisah dari bahan oksidator, Tersedia APAR didekatnya, jauhkan dari sumber api, tempatnya disediakan alat pendeteksi asap/api otomatis.

Contoh Bahan Kimia Flammable:

- Aseton
- Benzena
- Etanol
- Eter
- Etil Klorida
- Na
- Fosfor
- Karbon Disulfida
- Metanol

Klasifikasi Bahan Kimia - Bahan Kimia Korosif ( Corrosive ) -

sumber gambar: http://hr-interanekalestarikimia.blogspot.com/2012/09/sharing-knowledge-petugas-k3-kimia.html

Klasifikasi Bahan Kimia dibagi menjadi 9 yaitu Toxic, Corrosive, Flammable, Explosive, Oxidation, Reaktif terhadap Asam, Reaktif terhadap Air, Gas Bertekanan, Radioktive. Sekarang saya akan menjelaskan tentang bahan kimia Korosif ( Corrosive)

Corrosive


sumber gambar : http://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&docid=sRb7ir46JA3RqM&tbnid=Mj33zijrVP245M:&ved=0CAcQjB0wADgT&url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FKorosif&ei=tQ3cUZDmPMr_rAenr4C4Ag&psig=AFQjCNELsA3FkYOtddkZB6FuWZFx83STfg&ust=1373462326125086




                      Bahan kimia korosif merupakan bahan kimia yang karena reaksi kimia dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh. Zat korosif dapat bereaksi dengan jaringan seperti kulit, mata, saluran pernapasan. Kerusakan yang ditimbulkan oleh zat korosif misalnya luka, peradangan, iritasi , dan sinsitasi ( jaringan amat peka terhadap bahan kimia). Beberapa bahan kimia korosif dapat menguap dan beberapa lainnya bereaksi hebat dengan uap air.

Penyimpanan Bahan Kimia Korosif

                    Harus disimpan diruangan yang sejuk dan ada peredaran hawa yang cukup untuk mencegah terjadinya pengumpulan uap. Kemasan dari bahan ini harus tertutup(mencegah penguapan) dan terpasang label ( agar dapat diketahui bahwa itu korosif, sehingga orang menjadi hati - hati). Semua logam yang berada didekatnya harus dicat ( mencegah kerusakan pada logam karena sifatnya yang korosif ) , tempat harus terpisah dengan yang lain (dinding dan lantai tahan korosi) , bangunan memilki saluran pembuangan untuk tumpahan, memiliki ventilasi ruangan yang baik, memiliki saluaran air untuk pertolongan pertama yang terkena bahan ini.

Contoh Bahan Korosif:

- Asam Asetat
- Asam Klorida
- Asam Nitrat
- Asam Sulfat
- Asam Sitrat
- Fenol
- Kalium Hidroksida
- Natrium Hidroksida
- Amonium Hidroksida




Klasifikasi Bahan Kimia - Bahan Kimia Beracun ( Toxic )-

sumber gambar: http://hr-interanekalestarikimia.blogspot.com/2012/09/sharing-knowledge-petugas-k3-kimia.html

Klasifikasi Bahan Kimia dibagi menjadi 9 yaitu Toxic, Corrosive, Flammable, Explosive, Oxidation, Reaktif terhadap Asam, Reaktif terhadap Air, Gas Bertekanan, Radioktive. Sekarang saya akan menjelaskan tentang bahan kimia beracun ( Toxic )                     

TOXIC

sumber gambar : http://wahedlabstechnologies.blogspot.com/2012/06/klasifikasi-toksikan.html
 


                     Toxic merupakan bahan kimia yang menyebabkan bahaya terhadap kesehatan manusia bahkan dapat menyebabkan kematian apabila terserap kedalam tubuh baik tertelan, lewat jalur pernapasan maupun kontak lewat kulit. Pada umumnya zat Toxic masuk lewat jalur pernapasan ( misalnya terhirup ) dan juga kulit, lalu menyebar ke seluruh tubuh dan menuju organ tertentu seperti hati, dan paru - paru. Tapi bisa juga zat toxic berakumulasi dalam tulang, darah, hati, dan cairan limfa hingga pada akhirnya menghasilkan efek dalam jangka panjang.  Pengeluaran zat beracun visa melalui urin, saluran pencernaan sel efitel dan keringat.

Penempatan zat toxic:

                       Sebaiknya disimpan dalam ruangan yang sejuk, ada peredaran hawa, jauh dari bahaya kebakaran dan bahan yang inkompatibel ( tidak dapat dicampur). Panas dapat menyebabkan zat toxic terurai sehingga zat ini harus disimpan jauh dari sinar matahari langsung dan juga jauh dari sumber panas.

Contoh bahan kimia toxic:

- Asam Oksalat
- Kalium Sianida
- Karbon Disulfida
- Kolkhisin
- Raksa
- Raksa (I) Nitrat
- Raksa (II) Nitrat
- Raksa (I)Klorida

P3K di Laboraturium

                  Seringkali berbagai kecelakaan timbul di laboraturium, akan tetapi seringkali kita bingung cara mengatasinya. Padahal kecelakaan di laboraturium itu cukup berbahaya, apalagi jika dikarenakan bahan kimia. Pengetahuan yang cukup diperlukan untuk menangani kecelakaan, begitu juga kecelakaan di laboraturium. Berikut ini saya akan membagikan beberapa kecelakaan yang biasa timbul di laboraturium.

1. Luka Terkena Pecahan Alat Gelas/ Logam
    - Bersihkan secara hati - hati dengan menggunakan NaCl / air hangat
    - Jika terdapat pecahan pada kulit segera gunakanlah pinset dan kapas yang steril untuk mengambilnya
    - Kemudian Tempel Plester

2. Luka Bakar Akibat Sumber Panas Ringan
   - Basahi luka dengan air yang mengalir selama kurang lebih 10 - 20 menit
   - Keringkan lalu olesi salep lavertan

3. Luka Bakar Akibat Benda Panas
  - Olesi dengan salep Lavertan

4. Luka Bakar Akibat Api Berat
  - Jangan panik, carilah air
  - Lakukan : stop, drop, roll ( berhenti , jatuhkan tubuh anda, dan berguling )
  - Padamkan api dengan karung/ lap basah

5. Terkena Sengatan Listrik ( dilakukan oleh orang didekatnya / yang melihat korban tersengat)
  - Jangan menyentuh korban
  - Matikan sumber listrik ( jika potongan kabel , dengan cara menjauhkan kabel dari permukaan kulit        korban yang terkena sengatan listrik dari kabelnya . Atau juga bisa dengan mematikan saklarnya/ saklar listrik ) dengan benda non-konduktor . Karena non konduktor tidak bisa menghantarkan listrik sehingga anda menjadi aman. Sebaliknya jika anda menggunakan benda konduktor , anda akan ikut tersengat juga.
  - Jauhkan korban dari sumber listrik.

6. Terkena Asam ( biasanya asam kuat )
                 Terkena asam terutama asam kuat seperti asam sulfat jika terkena kulit kita akan menimbulkan berbagai macam pengaruh terutama jika asam itu jenuh. Itu tergantung dengan sifat asam itu sendiri. Disini beberapa yang harus kalian lakukan jika terkena asam:
  - Kulit yang terkena asam segera dilap dengan kapas/lap halus
  - Cuci dengan air sebanyak banyaknya ( air yang mengalir selama 20 menit )
  - Lalu cuci dengan 1% Na2CO3
  - Cuci kembali dengan air
  - Keringkan lalu olesi salep lavertan

7. Terkena Logam Na/K
  - Logam yang menempel segera diambil
  - Kulit dicuci dengan air yang mengalir 15-20 menit
  - Netralkan dengan 1% asam asetat
  - Keringkan dan olesi dengan salep lavertan

8. Terkena Br
  - Cuci dengan campuran amonia - terpentin - alkohol ( 1:1:10)
  - Luka ditutup dengan NA2CO3

Thursday, June 27, 2013

Pembersih Peralatan Laboraturium Part 2

Ini merupakan kelanjutan dari post yang sebelumnya. Pada post sebelumnya ( http://uchilusiamagda.blogspot.com/2013/06/pembersih-peralatan-gelas-laboraturium.html ) umumnya pembersih merupakan bahan murni (bukan merupakan campuran ). Namun pada post kali ini, pembersih peralatan laboraturium umumnya merupakan bahan campuran, berikut rinciannya:


1. Larutan Asam Kromat

 Merupakan larutan campuran dari Asam Sulfat ( H2SO4) dan Kalium Bikromat ( K2Cr2O7 ). Larutan ini berfungsi untuk membersihkan peralatan gelas di laboraturium dari noda lemak. Cara menggunakan larutan ini yaitu merendam peralatan gelas selama 24 jam. Mengapa begitu lama direndamnya? ini dikarenakan reaksi larutan yang lambat, sehingga direndam begitu lama. Namun, anda harus berhati - hati dalam menggunakan larutan ini, mengingat Asam Sulfat yang dipakai adalah biasanya asam sulfat pekat.

2.Aqua Regia ( Latin : Air Kerajaan )


Merupakan satu satunya pembersih yang bisa melarutkan logam mulia seperti platina dan emas( menurut deret Volta ). Larutan ini juga mampu melarutkan logam. Hanya logam - logam tertentu seperti tatalum dan titanium yang mampu bertahan dari kekuatan Aqua Regia ini. Aqua Regia dibuat dari HCL (pkt) dan HNO3 (pkt) dengan  perbandingan 3:1 . Aqua Regia ini sangatlah tidak stabil, oleh karena itu Aqua Regia dibuat jika akan dipakai saja. Tidak stabilnya Aqua Regia ini dibuktikan dengan Aqua Regia yang disimpan akan mengurai kembali menjadi HCl dan HNO3 . Sifat dari Aqua Regia sendiri adalah sangatlah korosif. Ciri dari larutan ini yaitu berwarna coklat terang dan menghasilkan uap berwarna kuning/ merah. 

3. Campuran KOH - Alkohol

Merupakan pencampuran dari KOH (s) dan Alkohol (biasanya 95%). Larutan ini berfungsi untuk membersihkan peralatan gelas dari lemak ( mengingat sifat KOH yang korosif ). Cara menggunakannya yaitu dengan membilas dan sedikit menggosok peralatan gelas dengan larutan ini, mengingat sifat KOH yang korosif sehingga jangan terlalu lama karena akan merusak peralatan gelas, karena sifatnya yang mengikis. Ciri larutan ini adalah berwarna bening dan jika terkena kulit akan terasa gatal.

4. Teepol

Teepol sendiri sebenarnya merk dangang cairan pembersih buatan Inggris. Produksinya dimulai sejak 1938. Sejak itu teepol menjadi populer, karena terkenalnya sampai - sampai semua cairan pembersih diberi nama teepol. Teepol sendiri merupakan larutan pencuci mengandung phenol . Teepol sendiri merupakan salah satu dari golongan Natrium Akil Sulfat  sendiri. Kandungan dari Teepol sendiri yaitu sulfaktan . Sulfaktan merupakan bahan aktif yang terdapat dalam detergen. Karena teepol mengandung antiseptik, maka ia berfungsi membunuh mikroba. Sayangnya teepol mengakibatkan menguapnya air dalam kulit. Ciri - ciri teepol sendiri adalah cairan bening yang menghasilkan busa. Jika terkena kulit akan terasa gatal dan panas. Penanganannya dengan cara mengoleskannya dengan salep ( bisanya salep untuk kulit, bisa juga lemak )

5. Asam Nitrat (HNO3)


Merupakan cairan berasap berwarna dengan bau menyengat. Fungsi dari larutan ini melarutkan noda - noda logam pada peralatn gelas kecuali logam mulia. Kita harus berhati - hati dalam menggunakannya karena sifatnya yang korosif.

6. Detergen

Detergen juga bisa digunakan untuk membersihkan peralatan gelas. Detergen sendiri merupakan turunan dari minyak bumi. Detergen tidak terpengaruh oleh kesadahan air dan berfungsi untuk melarutkan lemak. Pada umumnya detergen mengandung bahan - bahan berikut:
a. Sulfaktan 
b. Builder (Pembentuk )
c. Filler (Pengisi) untuk menambahkan kuantitas detergen sehingga dapat menurunkan harga
d. Additives merupakan suplemen tambahan supaya produk lebih menarik seperti pewangi, pemutih dll

Ada yang mengatakan bahwa Teepol sendiri merupakan detergen. Namun, saya ingin menambahkan bahwa ada perbedaan - perbedaan antara teepol dan detergen sendiri. Dari keterangan diaatas sudah dapat disimpulkan bahwa detergen mengandung sulfaktan, builder,filler,additives, sedangkan pada teepol tidak mengandung additives,filler

7. Natrium Tiosulfat

Bahan kimia dengan rumus senyawa Na2S2O3 merupakan larutan baku sekunder. Larutan ini biasanya digunakan untuk membersihkan noda iod pada peralatan gelas. 

Itulah beberapa bahan kimia untuk membersihkan peralatan gelas di laboraturium.

Sumber: berbagai sumber

Monday, June 3, 2013

Pembersih Peralatan Gelas Laboraturium Part 1

                 Kebutuhan Pembersih untuk membersihkan peralatan laboraturium sangatlah penting. Karena peralatan laboraturium haruslah dalam keadaan bersih ( tidak terdapat pengotor ) agar hasil analisisnya pun maksimal. Adapun berbagai macam perbersih banyak sekali ditemukan di laboraturium. Namun , haruslah diingat bahwa pembersih yang digunakan harus sesuai dengan jenis pengotornya.
                 Berikut saya akan memaparkan tentang pembersih yang biasa digunakan untuk membersihkan peralatan di laboraturium diantaranya:

HCl

             HCl biasanya digunakan untuk membersihkan porselen maupun peralatan gelas. HCl yang digunakan bisa yang jenuh ( konsentrasinya tinggi) ataupun dengan menggunakan HCl yang konsentrasinya relatif kecil akan tetapi untuk HCl yang konsentrasinya kecil perlu ditambahkan dengan air panas . Untuk suhu airnya sendiri tidak ditentukan yang pasti sekitar saat air mengeluarkan gelembung pertama. Seperti yang dijelaskan sebelumnya HCl digunakan untuk membersihkan porselen (biasanya noda porselen ) ataupun membersihkan lemak pada peralatan gelas. Ini dikarenakan HCl bersifat asam ( yang salah satu sifat asam adalah bersifat korosif ) sehingga HCl bisa mengikis kotoran disekitar peralatan gelas/porselen. Caranya dengan menuangkan HCl ke permukaannnya lalu digosok.

             HCl yang digunakan bisa jenuh maupun encer. Jika kita menggunakan yang jenuh, cukup menggunakan HCl saja yang dituangkan ke peralatan gelas / porselen yang kotor lalu digosok ( biasanya) , tapi jika menggunakan yang encer kita perlu menambahkan air panas ( konon katanya suhunya cukup sampai gelembung pertama mendidih ) lalu dituangkan ke peralatan gelas dan digosok - gosokan. Ini dikarenakan supaya mempercepat reaksi HCl itu sendiri. Sedangkan yang jenuh(konsentrasinya tinggi ) tidak perlu penambahan air panas karena HCl ini reaksinya sudah cepat(tinggi)

NaOH

             NaOH biasanya digunakan untk membersihkan porselen. Namun bisa juga digunakan untuk membersihkan peralatan gelas. Hal ini dikarenakan NaOH memiliki sifat korosif (mengikis ) sehingga dapat membersihkan kotoran di gelas maupun porselen. Namun yang harus diperhatikan dalam menggunakan NaOH adalah sifat NaOH yang bisa mengikis peralatan gelas , karena sifat korosif basa begitu kuat. Sehingga dalam menggunakan NaOH untuk perbersih peralatan gelas biasanya tidak boleh terlalu lama, digosok terlalu keras karena dapat mengikis permukaan peralatan gelas.

            Sama seperti HCl,  NaOH yang digunakan bisa encer maupun jenuh. Juga dalam pembuatan dan penggunaannya sama seperti HCl . Hanya saja tidak boleh terlalu lama, dan digosok terlalu kuat.

ASAM OKSALAT




            H2C2O4 biasanya digunakan untuk membersihkan porselen maupun peralatan gelas. Asam oksalat yang digunakan bisa yang jenuh ( konsentrasinya tinggi) ataupun dengan menggunakan Asam Oksalat yang konsentrasinya relatif kecil akan tetapi untuk Asam Oksalat yang konsentrasinya kecil perlu ditambahkan dengan air panas ( sama seperti HCl) . Untuk suhu airnya sendiri tidak ditentukan yang pasti sekitar saat air mengeluarkan gelembung pertama. Asam Okslat digunakan untuk membersihkan porselen (biasanya noda porselen ) ataupun membersihkan lemak pada peralatan gelas. Ini dikarenakan Asam Oksalat bersifat asam ( yang salah satu sifat asam adalah bersifat korosif ).
            Asam Okslat yang digunakan bisa jenuh maupun encer. Jika kita menggunakan yang jenuh, cukup menggunakan Asam Oksalat saja yang dituangkan ke peralatan gelas / porselen yang kotor lalu digosok ( biasanya) , tapi jika menggunakan yang encer kita perlu menambahkan air panas ( konon katanya suhunya cukup sampai gelembung pertama mendidih ) lalu dituangkan ke peralatan gelas dan digosok - gosokan. Ini dikarenakan supaya mempercepat reaksi Asam Oksalat itu sendiri. Sedangkan yang jenuh(konsentrasinya tinggi ) tidak perlu penambahan air panas karena Asam Oksalat ini reaksinya sudah cepat(tinggi).








Perlu diketahui bahwa NaOH bisa diganti dengan KOH ( dan senyawa alkali lainnya yang bercampur dengan Hidroksida) ini dikarenakan Senyawa alkali + Hidroksida akan menghasilkan basa kuat. Namun yang umumnya digunakan adalah NaOH

Sekian info dari saya tunggu saja part materi ini selanjutnya. Masih banyak pembersih yang akan dibahas . Semoga postingan ini bermanfaat bagi kalian semua :D. Terimakasih

Sunday, April 14, 2013

Menimbang Zat Menggunakan Neraca Rem dan Ayun beserta Rumusnya

     Menimbang zat adalah hal yang selalu dilakukan oleh seorang analis. Kali ini saya akan membahas tentang menimbang zat menggunakan neraca Rem / Ayun. Postingan kemarin saya telah membahas tentang menimbang benda , benda tersebut bisa digunakan untuk menampung benda (misalnya botol timbang). Sekarang mari kita bahas tentang menimbang zat menggunakan neraca rem/ ayun.

1. Menentukan massa benda sebenarnya
    Ini telah dibahas sebelumnya . Setelah anda mendapatkan massa benda, makas anda tingggal langsung ke step selanjutnya. Sebelum itu masukan G0 dan L0 nya adalah G2 dan L2 dari hasil menimbang benda ( yang anda telah lakukan sebelumnya )

2.  Memasukan zat
    Jika:
  • Massa zat telah ditentukan
          Maksudnya, bila anda telah menentukan bahwa anda memerlukan 1 gram zat maka anda harus menimbang 1 gram zat. Maka langkah yang harus anda lakukan adalah..

Pertama - tama : menambahkan anak timbang sebanyak 1 gram ( jika yang anda inginkan adalah massa zatnya sebanyak 1 gram ).Menambahkan anak timbang sebanyak 1 gram maksudnya adalah menambahkan anak timbang benda yang anda peroleh sebelumnya lalu ditambang 1 gram.

Kedua: Masukan zat diluar neraca( ini karena neraca ayun & rem sangat sensitif , juga jika anda bukan ahlinya, maka kemungkinan besar zat akan mengotori bagian dalam neraca) . Banyaknya zat yang anda masukan dikira kira saja dulu.

Ketiga: Ingat !! Patokan anda adalah L0 , ketika anda memasukan benda yang telah diisi zat ke piring neraca, lalu anda memutarkan sekrup, maka pointer ( yang menunjukan besarnya L ) haruslah mendekati L0 ( kurang maupun lebih yang penting mendekati ). Jika pointer masih jauh dengan L0 maka gunakan logika anda ( seperti yang sudah dijelaskan di postingan saya sebelumnya) untuk mengurangi ataupun menambahkan zat. 
Ketika pointer anda telah mendekati L0 maka catat sebagai G1 dan L1 ( G1 = berat anak timbang yang ada di piring neraca )

Keempat : Mencari G2 dan L2 adalah sama dengan mencari G2 dan L2 pada menimbang benda, anda hanya perlu menambah atau mengurangkan zat( jangan mengurangi/ menambahkan anak timbang).

Kelima : Mencari massa zat+ benda sebenarnya ( gunakan rumus yang telah saya posting sebelumnya).Dan anda telah mendapatkan massa zat+benda sebenarnya.
 Mengapa yang saya tulis adalah mencari massa zat+benda ?? ini dikarenakan kita selama menimbang bukan hanya menimbang zatnya saja tapi juga bendanya.

Lalu bagaimana mencari massa zat???

Untuk mencari massa zat:

Massa zat = (massa benda+zat) - massa benda saja

 Penimbangan selisih:

  1. Tuangkanlah zat ke tempat lain
  2. Timbang massa benda+sisa zat yang ada di benda
  3. Lalu untuk mencari massa zat yang menempel di benda adalah...
 Massa sisa zat = (massabenda+sisa zat) - massa benda

Lalu untuk mencari massa zat yang telah dituangkan tinggal

Massa zat yang dituangkan = massa zat - massa sisa zat.

  • Menentukan massa zat yang belum diketahui ditentukan
Sedangkan menimbang dengan type seperti ini sama saja dengan menimbang benda. Kita tidak boleh mengurangi/ menambahkan zat. Kita hanya boleh menambahkan / mengurangi anak timbang dan pada akhirnya mendapatkan massa zat yang belum kita tentukan sebelumnya. 



    Akhirnya selesai juga pembahasan kita tentang neraca. Thanks God :D . Jika terdapat kesalahan mohon dimaafkan yah kawan, kita masih sama-sama pada tahap belajar. Mohon kritik dan sarannya yah, biar kita sama - sama saling membangun. Jika masih ada yang kurang paham/ tidak mengerti boleh  bertanya ke saya lewat inbox, mungkin barangkali saya tahu. Atau kawan-kawan bisa bertanya pada sang ahlinya, jika merasa kurang puas.

Cukup sekian yah pembahasan neracanya yah, terimakasih atas kunjungannya. :D



Saturday, April 13, 2013

Menimbang massa benda menggunakan Neraca Analitik ( Rem dan Ayun ) Beserta Rumusnya

     Sebenarnya hal ini yang mendasar dari penggunaan Neraca Analitik yaitu penimbangan massa benda saja dan postingan berikutnya akan membahas menimbang zat. Disini saya akan menjelaskan tentang rumus-rumus menggunakan neraca analitik khususnya neraca ayun dan neraca rem, juga persiapannya dalam menggunkan neraca analitik rem dan ayun.
      Pada prinsipnya tatacara menggunakan neraca rem dan ayun adalah sama, hanya perbedaannya pada adanya rem pada neraca rem sedangkan pada neraca ayun tidak ada rem. Dan pembacaannya penentuan titik keseimbangannya juga berbeda seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Persiapan menggunakan Neraca Ayun dan Rem:
  1. Menyiapkan alat-alat bantu penimbangan misalnya Anak timbangan, kuas untuk membersihkan neraca, pinset untuk mencapit anak timbangan dsb.
  2. Memeriksa kebersihan neraca dengan membersihkan piring neraca menggunakan kuas, INGAT! Neraca harus dalam keadaan terkunci.
  3. Memeriksa kedataran neraca yaitu dengan cara melihat gelembung udara yang ada di water pass agar gelembung tersebut tepat berada di tengah. Kalau tidak berada di tengah kita bisa memutar sekrup yang ada di kedua kaki neraca samapi gelembung berpindah ke tengah.
  4. Memeriksa keseimbangan neraca
Menggunakan neraca ayun/ rem:

  • Menimbang massa benda:

Kita telah mendapatkan G0 dan L0 dari proses menyeimbangkan neraca tadi neraca tadi, jika kita menimbang benda. ( G0 nya 0,0000 karena tak ada yang di timbang dan L0 nya sesuai keseimbangan saat menyeimbangkan neraca) 
  Masukan benda ke atas pring neraca . Ingat! Neraca harus dalam keadaan terkunci. Sebelumnya anda harus mengira-ngira massa benda yang anda masukan agar ketima menimbang dengan neraca ayun/ rem, anda tidak perlu terlalu lama memperkirakan anak timbangan yang akan anda masukan di piring neraca satunya lagu. Anda bisa menggunakan neraca ohaus untuk memperkirakan massa benda yang anda akan timbang. Dalam membawa benda yang akan anda timbang, anda tidak boleh memegangnya secara langsung dengan tangan, karena ini akan mempengaruhi massa benda yang akan anda timbang. Sehingga nanti hasil penimbangan tidak akan sesuai harapan/ murni massa benda. Oleh karena itu gunakan kertas isap untuk memegang benda ( misalnya botol timbang ). Masukan benda di piring neraca . Lalu masukan anak timbangan di piring neraca satunya lagi ( sesuai dengan perkiraan anda).

 Gunakan logika anda. Pada neraca rem , jika pointer menunjuk ke piring neraca yang terdapat bendanya , ini berarti berat benda kurang dari berat anak timbang yang anda gunakan, dengan ini anda dapat simpulkan bahwa anda harus mengurangi berat anak timbangan ( dengan cara menukarkan dengan massa anak timbang yang lebih kecil) saat memasukan/ mengeluarkan anak timbang gunakanlah pinset, sehingga massa anak timbang tidak berubah( sesuai yang tertera pada anak timbang). Jika pointer menunjuk ke piring neraca yang ada anak timbangannya , ini berarti massa anak timbang lebih kecil dari massa benda sehingga dengan ini anda harus menambahkan anak timbang, jika perlu gunakanlah anting - anting. Skala yang baik untuk menimbang pada neraca rem yaitu 9,5-10,5. Begitu seterusnya sampai pointer menunjukan mendekati skala diatas. Jika sudah berarti anda mendapatkan L1 dan G1

Pada neraca ayun ,langkah - langkahnya sama dengan neraca rem, hanya saja anda dapat menggunakan rumus yang saya sudah posting sebelumnya, hanya saja skala saat pointer mengayun yang ideal adalah 5 - 15. Lalu gunakan rumus tersebut untuk menentukan L1 . Dan anda telah mendapatkan G1 dan L1.

Untuk tahap berikutnya, anda lagi lagi harus menggunakan logika seperti sebelumnya, yaitu jika L1 yang didapat berada di sebelah kiri, maka anda harus membuat pointer mengarah ke sebelah kanan. Jika kiri benda maka secara tidak langsung, anda harus mengurangi anak timbang, dan sebaliknya. Jika ketika anda menambahkan anak timbang dan anda memutar pointer, jika pointer tepat berhenti di tengah ( sama dengan G0) maka ini berarti penimbangan anda sudah berakhir ( anda sudah mendapatkan massa benda dengan tepat ) tapi jika pointer malah bergeser melebihi atau kurang dari G0 ( asal skalanya 9,5-10,5 dan agar ideal dan pada neraca ayun setelah melakukan perhitungan melebihi atau kurang dari G0/ arahnya berlawanan dengan L1) maka anda sudah mendapatkan L2 dan G2

Maka gunakanlah rumus berikut :

G = G1 -atau + a
G = G2 +atau - b

 Pada rumus diatas penambahan atau pengurangan dengan a / b anada harus menggunakan logika. Agar lebih mudah dicerna , saya akan menggambarkan ilustrasi sebagai berikut:

Saya mempunyai raport sebagai berikut

Bu guru A: Nilai UN matematika kamu kurang dari 9 ( dimisalkan G1 )
Bu guru B : Nilai UN matematika kamu diatas 8. ( dimisalkan G2)

Kita tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa nilai UN saya adalah (9+8):2=8,5 . Itu sangat salah. Oleh karena itu dalam menyimpulkan G sebenarnya juga tidak boleh begitu. Kita harus melihat peluang nilai kita yang mendekati G, dengan cara menggunakan L1 dan L2 yang kita dapat, itulah kegunaan L0 , L1 , L2 yang telah kita dapatkan. Jika diilustrasikan L dapat diibaratkan ketepatan seorang guru, misalnya guru A mempunyai ketepatan 80% dan guru B mempunyai ketepatan 20%. Sehingga kita dapat menyimpulkannya.

Oleh kerena itu gunakanlah rumus berikut, jika diibaratkan:
G1>G2 maka rumusnya:

G sebenarnya = G1 -( | L1 - L0| x G1 - G2)
                                        |L1 - L2|
ATAU DENGAN RUMUS
G sebenarnya = G2 + ( | L2 - L0| x G1 - G2)
                                         |L2 - L1  |

Jika G1 < G2 maka rumusnya:

G sebenarnya =  G1 + ( | L1 - L0| x G1 - G2)
                                          |L1 - L2|
 ATAU DENGAN RUMUS 


G sebenarnya = G2 - ( | L2 - L0| x G1 - G2)
                                          |L2 - L1|

MAKA DENGAN ITU KITA MENDAPATKAN MASSA SEBENARNYA